Soal Pipa Gas PT BSP Meledak, Polres Siak Periksa 10 Saksi

Kab.Siak, Politik191 kali dibaca

SIAK, DELIKNEWS24- – Kecelakaan kerja yang menyebabkan tewasnya seorang pekerja di PT Bumi Siak Pusako (BSP) menjadi sorotan dan atensi semua pihak.

Hingga saat ini, sebanyak 10 orang lebih diperiksa Polres Siak terkait peristiwa yang menelan satu korban jiwa itu.

“Sudah kami periksa kurang lebih 10 orang. Besok Jumat masih mau pemeriksaan baru kita gelar perkara,” kata Kasat Reskrim Polres Siak Iptu Tony Prawira, Kamis (9/2/2023).

Dikatakan Iptu Tony, pihaknya sangat serius dalam menangani kecelakaan kerja yang menyebabkan tiga orang terluka parah dan satu orang meninggal dunia.

“Iya kami dari kepolisian Polres Siak serius dalan penanganannya, karena ada korban meninggal dunia. Dan
apabila ada pidana terbukti kita proses,” kata Iptu Tony.

Tony memastikan jika didapati adanya pidana pihaknya akan mengusut hal ini dengan tuntas.

Disinggung soal pemeriksaan terhadap General Manager PT BSP terkait penanggung jawab operasional. Iptu Tony sampaikan proses sedanf berjalan.

“Belum, karena kami periksa runtut dari bawah,” ungkap Tony.

Lebih lanjut dikatakan Iptu Tony, Ia berharap agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi dalam dunia kerja di migas.

Keutaman safety dalam bekerja sangat diperlukan agar tidak ada terjadi kecelakaan kerja serupa.

“Agar peristiwa serupa tak terjadi lagi,” tutur Iptu Tony.

Sebelumnya diberitakan, kecelakan kerja menyebabkan satu orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka telah terjadi di PT Bumi Siak Pusako (BSP).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (26/1/2023) sekira pukul 15.30 Wib di Area Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Empat orang korban merupakan karyawan vendor (kontraktor) yaitu PT Dayatama Polanusa.

General Manager (GM) PT BSP Ridwan tak menampik peristiwa itu menimpa empat orang pekerja.

Dikatakan Ridwan, pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut sehingga melayangnya nyawa salah seorang pekerja.

“Atas peristiwa tersebut kami meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat lainnya,” kata GM PT BSP Ridwan, Selasa (31/1/2023).

Ridwan mengklaim seharusnya peristiwa itu tak perlu terjadi dikarenakan pekerjaan yang menyebabkan nyawa seorang pekerja melayang itu rutin dilaksanakan.

“Pekerjaan itu sebenarnya rutin dilakukan tapi mungkin dah qadarullah tak dapat awak elak,” ucap Ridwan.

Kronologisnya, sebut Ridwan, empat orang pekerja ini sedang melakukan pekerajaan pembongkaran gate dan check vakve pada flowing sumur bekasap-2 yang merupakan sumur produksi dan saat ini dalam kondisi mati.

Pekerjaan itu, tambah Ridwan, sudah rutin dikerjakan karena pekerjaan itu merupakan pembongkaran pipa bekas lebih kurang 10 meter.

“Jadi sumur itu dah lama mati dan sumur tersebut kita bongkar untuk mengamankan aset. Pekerjaan sudah rutin dilakukan tidak ada masalah apapun,” sebut Ridwan.

“Jadi pas memotong besi itulah terjadi kecelakaan kerja itu,” tambah Ridwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *