Cipayung Plus Gelar FGD Bahas Subsidi BBM, Kapolda Riau Irjen Iqbal : Salut, Lebih Fokus dan Elegan Bisa Jadi Role Model

Uncategorized137 kali dibaca

PEKANBARU, DELIKNEWS24– Gabungan Organisasi Kemahasiswaan bernama Cipayung Plus, Riau menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan, Kamis (15/9/2022). Bertempat di Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Riau, Komplek Purna MTQ, Jalan Sudirman, Pekanbaru, kegiatan tersebut mengangkat tema “Kebijakan Kenaikan Harga BBM dan Pengawasan Terhadap Penyaluran Subsidi”.

Hadir dalam kesempatan itu Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Dr Supardi, Ketua DPRD Riau Yulisman, Kabinda Riau Brigjen TNI R Wibisono Hendroyoso serta perwakilan masing-masing organisasi kemahasiswaan yang tergabung kedalam Cipayung Plus Riau.

Untuk narasumber, hadir para pihak yang berkompeten di bidangnya. Diantaranya yakni Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Evarefita, Direktur Ditreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Ferry Irawan, Perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga dan beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal diwawancarai usai kegiatan FGD menyampaikan apresiasinya atas FGD yang ditaja gabungan organisasi mahasiswa dibawah naungan Cipayung Plus Riau. Ia bahkan mengutarakan rasa bangganya terhadap ide-ide yang disampaikan mahasiswa saat pelaksanaan FGD.

“Saya apresiasi, salut, serta bangga. Ini inisiasi mereka Cipayung Plus. Ada beberapa Presma dari BEM mayoritas banyak yang hadir. Dalam pandangan saya, bahwa aspirasi, pendapat pemikiran dan pandangan tidak harus disampaikan di jalan. Ini saya rasa bisa menjadi role model. Karena dalam penyampaian pendapat bisa lebih fokus kan. Dan juga lebih elegan,” ungkapnya.

Kepada para mahasiswa, Irjen Pol Mohammad Iqbal tetap memberikan semangat agar selalu menjadi pemuda yang kritis, menjadi kontrol sosial dan yang paling penting ialah menjadi penjaga moral. Menurut dia, itulah peran dari pemuda, khususnya mahasiswa dalam mendedikasikan diri terhadap pembangunan negeri.

“Sekua pihak yang hadir teruslah mengkritisi, mengontrol sesuai dengan fungsi pemuda. Ini juga menunjukan pemuda ada peran penjaga moral. Ini bentuk dari moral dan etika dijaga ingin adek-adek ini menyampaikan pesan. Lewat FGD. Mayoritas kan kritis dan pandangan saya berikan apresiasi,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *